Hari ketigapuluhdua:

That One Day

One day
That one beautiful day
I will walk away
And pray that the rest of the day
Will be as beautiful
As the days that we have spent together
Shared together
Appreciating each other
Dreaming

One day
That one beautiful day
I will be gone
To a place of solace
And there I will pray
That you will find your solitary
As we have had with each other
In our dreams

One day
That one beautiful day
I shall take my leave

But till that day comes
I promise that I will try and make you
The happiest girl alive
I will try and take good care of you
Your heart
Your feelings
Your Emotions
Till that day comes
I shall devote myself
To the smile of you

My love,
Can you hear me?

Hari Ketigapuluhsatu:

CintaHatiJiwa:

Kita tidak boleh berterusan begini. Aku tidak pernah sebegini gembira dan tidak pernah pula sebegini hiba. Celaru. Kita dicipta untuk saling menyintai namun kau dan aku tahu dipenghujung puisi puisi kita, kau dan aku tidak akan kesana.

Kita tidak akan sampai kesana.

Setiap hari senyumku bersinar dan setiap hari didalam saat yang sama ia kan pudar. Setiap hari aku bagaikan hidup dan didalam saat yang sama aku bagaikan mati. Setiap hari aku terlalu bahagia dan didalam saat yang sama aku terlalu berduka.

Kita tidak akan sampai kesana.

Tali yang aku pegang ini tali yang rapuh. Harapan yang ku pasang ini harapan yang tidak seharusnya wujud. Harapan yang keruh. Impian yang ku bina ini impian yang tidak kukuh. Cita cita ini hanya cita cita sibodoh, sidungu dan sitolol yang mengharapkan puteri jelita seperti didalam cereka cereka fantasi. Kerana kau dan aku tahu..

Kita tidak akan sampai kesana

Hari Ketigapuluh:

Tidak pernah lagi sebuah kasih sayang begitu menyakitkan. Menjadi duri yang menusuk emosi dan menikamnya berkali kali, tanpa henti setiap detik, saat dan hari.

Tidak pernah lagi sebuah kecintaan begitu memeritkan. Cinta tapi penuh duka. Menjadi racun bisa yang membunuh jiwa jiwa dan menikamnya berkali kali, tanpa henti setiap detik, saat dan hari.

Tidak pernah lagi sebuah kerinduan yang sebegitu memedihkan. Setiap kali tergambar wajahnya, setiap kali itu juga aku berduka. Rindu tapi penuh duka. Dan ia membunuh jiwa jiwa ini setiap detik, saat dan hari.

Tidak pernah lagi kata kata cinta begitu menyeksakan hati. Indah tetapi begitu menyeksa kan hati hati merentap segala emosi dan membunuh segala rasa.

Tidak pernah lagi pertama yang dihalusi jalur jalur kasih sayang, kerinduan, kecintaan dan kata kata cinta yang begitu meracuni kehidupan. Semakin ia mekar semakin ia membunuhku. Semakin ia subur semakin ia meracunku. Semakin ia membesar, semakin ia menyeksa jiwa jiwa itu.

Dan setiap waktu, detik, saat, minit, jam. hari, minggu, bulan malah tahun, semakin kuat rasa kasih sayang itu. semakin kuat rasa kerinduan itu. semakin kuat kecintaan itu. semakin kuat kata kata cinta itu terlafaz tanpa sedar. Ia tidak akan hadir tanpa kesucian dan ros ros putih.

Tapi kesucian dan ros ros putih itu membunuh.

Hari Keduapuluhsembilan:

This is not for you.
This is a battle you cant win.
Why are you forcing yourself?
This is not for you.
If you fall, you fall hard.
You will not be able to get up again.
You will fall hard.
It will crush your heart.
It will break you to pieces.
Shatter your dreams.
Shatter your happiness.
Shatter your life.
Why are you forcing yourself?
This battle is not for you.
This is a battle you can't win.
This is a war you are set to lose.
This battle is not for you.

Hari Keduapuluhlapan:

Perjuangan ini bukan untuk aku,
Perjuangan tidak menjanjikan kemenangan,
Aku sudah rebah,
Aku sudah terduduk,
Perjuangan ini bukan untuk aku.

Perjuangan ini mimpi,
Perjuangan ini hanya mimpi,
Dan mimpi ini akan membunuhku.
 
 
Copyright © Metafora Post Modernisme
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com