Jiwanya masih muda. Meskipun sukar untuk ditelan namun jiwa kecil itu tempuhi jua walau dia kurang mengerti larian larian hidup yang melepasi bahunya.Sukarnya jiwa kecil itu melihat teman teman lain yang megah bercerita tentang apa yang jiwa kecil itu tiada. Kehilangan itu diterima namun jiwa kecil itu tidak bersedia untuk ini. Tiada jawapan yang mampu diberi setiap kali jiwa kecil itu dilontar soalan soalan kejam meruntun jiwa kecilnya.
Didalam hari hari keramaian sekolahnya, teman teman lain girang bersama sama dengan apa yang jiwa kecil itu tiada. Jiwa kecil itu hanya mampu melihat dari sudut yang paling jauh, di penjuru yang paling kecil, disebalik ruang sembunyi yang paling gelap.
Dia bermain main sendirian tanpa ditemani oleh apa yang jiwa kecil itu tiada. Jiwa kecil itu kerinduan dan dahagakan kasih sayang dari apa yang jiwa kecil itu tiada. Kehilangan itu diterima namun jiwa kecil itu tidak bersedia untuk ini.
Kenapa kebahagiaan untuk bersama didalam pelukan manja apa yang jiwa kecil itu tiada dicuri darinya? Jiwa kecil itu ingin membesar bersama dia, ingin merasa pelukan kasih sayang dia dan ingin mendapat perhatian daripada dia sebagaimana teman teman lain bersama dengan dia dia mereka.
Jiwa kecil itu hanya mampu menangis didalam keirian hati yang memuncak, namun tiada apa yang mampu dia lakukan. Jiwa kecil itu menghela nafas panjang dan terus berjalan kearah cahaya itu tanpa mahu kembali lagi.
Bersemadilah dengan aman duhai bapaku. Kita pasti akan bertemu lagi. Insya Allah.
0 tulisan tambahan:
Post a Comment