Hari Ke empat puluh empat:

Kau ada dia
Aku tidak punya siapa
Kini
Setiap kali aku melihat wajahmu
Aku hanya lihat dia
Dan ianya sangat sangat menyakitkan

Kau cuba merawati
Aku akan menjumpai
Seorang kekasih abadi
Agar kau tidak diselubungi
Rasa dosa
Kerana membuat aku begini

Ya, salah ini salah aku juga
Aku yang mengiyakannya
Aku melangkah masuk kedalamnya
Dan kau masih ada dia
Dan setiap kali aku melihat wajahmu
Aku lihat dia

DIA, DIA, DIA

Kau kan pulang
lari kedalam pelukannya
Hanyut dalam ciumannya
Leka dalam sentuhannya
Kau kan teruskan hidupmu
bersama dengannya
dan kau akan belajar untuk menyayanginya
belajar memahaminya
belajar menyintainya
dan akhirnya tenggelam
dengan sikecil yang menghiasi kau dan dia

Aku?
Aku akan tetap disini
berdiri mengharap wujudnya
dirimu yang kedua.

2 tulisan tambahan:

Anonymous said...

You don't know how wrong you are...

Anonymous said...

A few questions to ask you..

are you saying that love can just be transfered, can just be forgotten, can just be ignored?

do you think that you are the only one suffering, as though this whole thing is her fault, although whatever she's saying is just to conceal her faults, so that she won't feel guilty..

if she wants to love him, she would have loved him a long time ago.. even before you came into her life..

This post hurts the most.

 
 
Copyright © Metafora Post Modernisme
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com