Setahun Dan Setengah:


Pejam celik pejam celik sudah hampir setahun enam bulan kita bersama. Satu tempoh yang aku rasa lama tapi benar benar terasa bagai baru semalam kita bersua. Baru semalam aku menemui mu buat kali yang pertama. Malam gelap yang menemukan kita berdua didalam satu dunia yang mungkin sukar untuk dipercaya bahawa ia mampu menemukan cinta.

Pejam celik pejam celik sudah begitu banyak yang kita harungi bersama. Jatuh bangun ketawa dan menangis, aku buka mata kau tetap setia bersama dan aku cuba untuk berikan yang terbaik untuk cinta agar setiap saat yang tercipta adalah saat untuk membuatkan mu bahagia. Rintangan, halangan dan dugaan, cinta itu tetap ada dan memaut rasa antara kita semakin kuat dan semakin kukuh.

Pejam celik pejam celik kita masih seperti kali pertama kita berjumpa. Aku masih sentiasa merindui suara mu walau baru sesaat yang lalu aku mengucapkan aku sayang pada mu berbisik ketelingamu. Aku masih tidak puas meluahkan rasa yang semakin hari semakin membanjiri jiwa namun tiada kata yang mampu memberi imbangan yang saksama. Tak keruan. Tak keruan. Tak keruan.

Pejam celik pejam celik, apa yang aku tahu, aku hanya ada kamu dan aku akan tetap dan akan terus setia menantimu, menunggumu dan akan mendakapmu setiap masa setiap hari dan setiap waktu.

Aku menyintai mu.

Mencari Cinta:


Seperti yang pernah kau katakan, ada mereka mereka yang menghabiskan seumur hidupnya untuk mencarinya dan ada yang tidak pernah diberi peluang untuk bersua dengannya namun kita berdua telah diberi peluang untuk menikmati secebis daripada apa yang dinamakan...

...cinta.

Hanya ada sepi:


Hidup ni adalah sebuah perjalanan. Ada yang memakan masa dan ada pula yang ditakdirkan singkat. Tiada yang pasti dalam kehidupan. Kita berjalan dan kita mengharapkan dihujungnya akan punya cahaya namun samada kita sempat jumpa cahaya itu atau tidak, tangan tangan Tuhan yang menentukan.

Bertahun tahun kita mencari bertahun tahun kita menanti, diantara mula dan hujung sebenarnya hanya ada sepi. Kita menangis berseorangan dan ketawa pun tak berteman kerana mungkin cahaya untuk kita masih belum datang untuk membawa kita pulang.

Terima kasih kerana menjadi cahaya itu. Samada dapat memeluknya atau tidak, aku tetap mahu berterima kasih kerana diantara mula dan hujung, cahayanya dah aku gapai dan dah dapat aku rasa.

Andai kata aku dan cahaya itu tidak ditakdirkan bersatu, paling tidak sudah sempat aku luangkan waktu untuk bahagia, walau hanya untuk sesaat walau hanya untuk sedetik waktu.

Terima kasih.

I Wonder:

I wonder who will be the first lucky chap that will be invited to read her blog.

Us:

When you are in a relationship, the first and the most fundamental thing that you should commit to your memory is that it involves two persons, which would mean a unity of two hearts, two feelings and two sets of may or may not be distinguished sensitivities or simply put; you and I becoming as one, one fucking entity. There are no more you and I but us. One bloody us.

When you come across a third party (that motherfucker) and are strenuously forced to confront a situation involving your relationship (read you and I), you must have that one consciousness that you are actually representing two hearts, two feelings and two sets of may or may not be distinguished sensitivities (read you and I). Instead of seeing just you, that bugger must be made to see that it is you and I, one bloody us.

Answering to a bloody situation regarding your relationship (read you and I) even though it may turn out to be the best answer you had ever thought possible based on what you alone feels is an act of selfishness. This is because when you are in a relationship (read you and I) and here you are standing against that bloody motherfucker, you must always remember that you are carrying with you two hearts, two feelings and two sets of may or may not be distinguished sensitivities. You can not just go, tell or do to that motherfucker or any motherfuckers out fucking there, things that you thought were right and appropriate based on how you, your heart, your feelings and your set of sensitivities, want the relationship to be perceived by the people you met and neglect the other end of the relationship which is me, my heart, my feelings and my set of sensitivities.

Why? Because a relationship involves two hearts, two feelings and two sets of may or may not be distinguished sensitivities. You and I. Bloody fucking us.
 
 
Copyright © Metafora Post Modernisme
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com